Langsung ke konten utama
"Hei, jika aku mati kau akan ikut mati tidak?"

Percakapan dengannya selalu saja melibatkan kematian, aku tidak mengerti kenapa perempuan ini sungguh sangat menggila dengan mati. Hidup memang tidak selalu indah dan tidak menarik juga, biasa saja. Tapi, hidup juga bisa sangat menyenangkan. Sekarang ini saja menurut ku sudah sangat menyenangkan, ya aku dan dia, si perempuan dengan berbagai TTS di kepalanya ini sedang duduk di tepian tebing setelah melakukan pemanjatan yang cukup melelahkan. 

"Kau berniat bunuh diri di sini?"

"Tadinya, tapi sepertinya kau tidak mau ikut dengan ku bukan? aku sungguh sudah siap untuk melompat."

Sebenarnya tak perlu ditanya pun dia pasti tau kalau aku akan selalu ikut kemana pun dia pergi, aku bertanya hanya untuk memastikan apakah tempat ini menjadi titik terakhir kami hidup. setelah ku pikir-pikir menarik juga jika benar ini menjadi tempat dari kematian kami dengan cara melompat dari atas tebing ini, pemandangannya juga sungguh sangat menakjubkan, rasa lelah ku tiba-tiba saja lenyap ketika berhasil memanjat batuan besar ini. Sangat bisa untuk ku pertimbangkan jika titik kematian ku berada di sini, lagi pula tidak ada lagi alasan aku hidup, selain perempuan ini.

"Aku ikut dengan mu."

"Hmmm, kita undur saja." 

"Mengapa berubah pikiran? Aku sudah setuju untuk ikut."

"Aku lupa membawa alkohol ke atas sini."

Alkohol, minuman pemuas perasaan manusia. satu alasan ini sungguh menggelikan jika didengar, satu alasan yang jika dipikir-pikir tidak masuk akal juga, tapi begitulah dia. Aku tidak paham bagaimana Tuhan menciptakan sel-sel otaknya, otak manusia saja sudah sangat kompleks, tetapi kekompleksan ini dua kali lipat untuknya. Jujur aku katakan aku sangat bersyukur atas gagalnya aksi bunuh diri hari ini, karena aku ingin dia tetap hidup.

Benar, jika dia mati aku akan mati, tapi aku benar-benar tidak ingin dia mati. Sungguh, jika mati adalah alasan kebahagiannya akan aku terima alasan itu, aku pun hidup karenanya. Doa ku untuk Tuhan cuma satu, buatlah perempuan ini betah berada di dunia selama mungkin walaupun dunia tak semenyenangkan itu, tak mengapa, berikan saja dia alasan untuk tetap hidup, bahkan jika alasan itu bukan karena aku. Melihatnya tetap hidup dan berada di dunia ini sudah cukup menjadi bahagia ku.

Aku mencintainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Menulis...

 Tepat pukul 02.40 dini hari, aku mulai menulis kembali. Rasanya sangat asing sekali dengan hal ini.  Aku tidak tahu berapa lama tepatnya aku berhenti menulis, bukan merasa sudah sangat hebat sehingga semuanya hanya ku simpan di kepala. Namun, aku merasa sedikit malu. Selama ini aku merasa sangat hebat dalam menulis. Ya, tidak sehebat itu, tapi setidaknya bisa dalam merangkai kata melalui tulisan. Nyatanya aku hanyalah orang dungu yang sama sekali tidak bisa menulis dengan baik. Semuanya sangat asing dan terasa baru. Aku rindu dengan keheningan malam yang menyisakan bunyi "tik" ketika waktu tengah malam mulai datang, hanya perasaan dan isi kepala yang runut menemani malam sunyi.  Tahun ini, aku berusaha kembali kepada diriku yang 14 tahun, hanya peduli membaca, terutama pada aplikasi Wattpad dan Webtoon (versi gratis membaca buku tanpa mengeluarkan uang sepeserpun) penuh dengan imajinasi dan dunia fiksi, berkhayal akan menemukan Geez dan Kent nya di dunia nyata. Bertambah...

l o s t

Sit on the grass with a daisy  Or maybe should I'm going to sail? To find another self that I've lost For that matter... I wanna lost in beautiful Edinburg I wanna lost in New York full of buildings I wanna lost in your heart and your paradise

Sebuah pesan tidak jelas dari sang pelayar

Mata terpejam penuh harap Mereka kira angin semakin padam Tak terasa haus menepi kelelahan Prisai sang angkasawan jatuh, ia kehilangan arah Rasa hampa menyelimuti angan Matilah semua, semua keyakinan tanda keharusan Jangan biarkan lepas Merekahlah ia pada penanya Pelupuk senja telah menanti di ujung ombak Pelayaran penuh dengan makian Terpejam... Coba lihat! Adakah jiwa bersembunyi di balik bebatuan? Atau malah ia sibuk melepas penat? Rehatlah dari tanda sunyi Perasaan penuh tanya menghampirinya Sang bangsawan tercengang melihat kenyataan yang begitu pahit Ternyata hanya mimpi buruk yang terisak lama di benak