Langsung ke konten utama

Dipertemukan kembali



"Green, sudah lama ya." Green hanya tersenyum mendengar kalimat itu.
"Sudah temukan kebahagiaanmu tidak?"
"Menurutmu bagaimana? Sudah terlihat bahagia belum?"
"Green..."
"Ya?"
"Aku masih sama, tidak ada yang berubah, bahkan aku masih sangat mencintaimu."
"Ngga, kau jahat dan aku benci padamu."
"Ya, aku tahu dan aku pantas untuk itu."
"Kembali dipertemukan, belum tentu semua yang telah terjadi dapat di perbaiki seperti yang lalu."
Green

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kembali Menulis...

 Tepat pukul 02.40 dini hari, aku mulai menulis kembali. Rasanya sangat asing sekali dengan hal ini.  Aku tidak tahu berapa lama tepatnya aku berhenti menulis, bukan merasa sudah sangat hebat sehingga semuanya hanya ku simpan di kepala. Namun, aku merasa sedikit malu. Selama ini aku merasa sangat hebat dalam menulis. Ya, tidak sehebat itu, tapi setidaknya bisa dalam merangkai kata melalui tulisan. Nyatanya aku hanyalah orang dungu yang sama sekali tidak bisa menulis dengan baik. Semuanya sangat asing dan terasa baru. Aku rindu dengan keheningan malam yang menyisakan bunyi "tik" ketika waktu tengah malam mulai datang, hanya perasaan dan isi kepala yang runut menemani malam sunyi.  Tahun ini, aku berusaha kembali kepada diriku yang 14 tahun, hanya peduli membaca, terutama pada aplikasi Wattpad dan Webtoon (versi gratis membaca buku tanpa mengeluarkan uang sepeserpun) penuh dengan imajinasi dan dunia fiksi, berkhayal akan menemukan Geez dan Kent nya di dunia nyata. Bertambah...

l o s t

Sit on the grass with a daisy  Or maybe should I'm going to sail? To find another self that I've lost For that matter... I wanna lost in beautiful Edinburg I wanna lost in New York full of buildings I wanna lost in your heart and your paradise

Sebuah pesan tidak jelas dari sang pelayar

Mata terpejam penuh harap Mereka kira angin semakin padam Tak terasa haus menepi kelelahan Prisai sang angkasawan jatuh, ia kehilangan arah Rasa hampa menyelimuti angan Matilah semua, semua keyakinan tanda keharusan Jangan biarkan lepas Merekahlah ia pada penanya Pelupuk senja telah menanti di ujung ombak Pelayaran penuh dengan makian Terpejam... Coba lihat! Adakah jiwa bersembunyi di balik bebatuan? Atau malah ia sibuk melepas penat? Rehatlah dari tanda sunyi Perasaan penuh tanya menghampirinya Sang bangsawan tercengang melihat kenyataan yang begitu pahit Ternyata hanya mimpi buruk yang terisak lama di benak